Tes Wawasan Kebangsaan·Bahasa Indonesia·44x dibaca

Bahasa Indonesia TWK

Materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam topik Bahasa Indonesia seringkali menjadi "jebakan" bagi peserta seleksi CASN/CPNS. Meskipun kita menggunakannya sehari-hari, ujian ini menuntut pemahaman mendalam tentang tata bahasa formal yang sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) atau yang sekarang diperbarui menjadi EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) Edisi V.

Berikut adalah ringkasan materi komprehensif untuk penguasaan Bahasa Indonesia dalam TWK:


1. Ide Pokok dan Simpulan Paragraf

Kemampuan dasar yang diuji adalah menarik inti sari dari sebuah teks panjang.

  • Ide Pokok: Gagasan utama yang menjadi dasar pengembangan paragraf. Biasanya terletak di awal (deduktif), akhir (induktif), atau keduanya (campuran).

  • Kalimat Utama: Kalimat yang mengandung ide pokok.

  • Simpulan: Hasil akhir dari pemikiran sebuah teks yang mencakup seluruh isi paragraf, bukan hanya pengulangan ide pokok.

Tips Cepat: Untuk mencari ide pokok, carilah kata benda (subjek) yang paling sering diulang-ulang dalam paragraf tersebut.


2. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD V)

Ini adalah materi yang paling sering muncul dan membutuhkan ketelitian tinggi.

A. Penggunaan Huruf Kapital

  • Nama Jabatan: Kapital jika diikuti nama orang/instansi (Contoh: Presiden Prabowo), kecil jika tidak (Contoh: Dia ingin menjadi presiden).

  • Nama Geografi: Kapital jika diikuti nama diri (Contoh: Selat Sunda), kecil jika hanya istilah geografis (Contoh: berenang di selat).

B. Penulisan Kata Serapan & Baku

Banyak kata yang sering salah tulis karena pengaruh bahasa lisan atau bahasa Inggris.


3. Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan pesan secara tepat tanpa menimbulkan ambiguitas atau pemborosan kata.

Syarat Kalimat Efektif:

  1. Kesepadanan: Memiliki Subjek (S) dan Predikat (P) yang jelas.

  2. Kehematan: Tidak menggunakan kata mubazir. (Contoh salah: Para bapak-bapak sedang rapat → Benar: Para bapak sedang rapat).

  3. Keparalelan: Kesamaan bentuk kata. (Contoh: Tugasnya adalah menyusun laporan dan mempresentasikan hasil → Keduanya berawalan me-).

  4. Kelogisan: Masuk akal. (Contoh salah: Waktu dan tempat kami persilakan → Yang dipersilakan harusnya orangnya, bukan waktunya).


4. Tanda Baca (Pungtuasi)

Penggunaan tanda baca yang paling krusial dalam ujian:

  • Tanda Koma (,): Digunakan sebelum kata hubung pertentangan (tetapi, melainkan, sedangkan) dan setelah konjungsi antar kalimat (Namun, Oleh karena itu,).

  • Tanda Titik Dua (:): Digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerian (rincian). Jika rinciannya merupakan pelengkap kalimat, jangan gunakan titik dua.

  • Tanda Titik Koma (;): Digunakan sebagai pengganti kata hubung untuk memisahkan bagian kalimat yang setara.


5. Jenis-Jenis Teks (Wacana)

Dalam TWK, Anda harus bisa membedakan gaya penulisan:

  • Eksposisi: Menjelaskan informasi atau pengetahuan tanpa memaksa pembaca.

  • Persuasi: Mengajak atau membujuk pembaca.

  • Argumentasi: Membuktikan kebenaran dengan data dan alasan yang kuat.

  • Deskripsi: Menggambarkan objek secara detail sehingga pembaca seolah melihat sendiri.


6. Makna Kata (Semantik)

  • Sinonim/Antonim: Persamaan dan lawan kata.

  • Konotatif vs Denotatif: Makna kiasan vs makna sebenarnya.

  • Analogi: Hubungan antar kata (Misal: Hutan : Pohon = Laut : Air).


Strategi Menghadapi Soal Bahasa Indonesia

  1. Baca Pertanyaan Terlebih Dahulu: Jangan baca teks panjangnya dulu. Baca pertanyaannya, baru cari jawabannya di teks untuk menghemat waktu.

  2. Hati-hati dengan "Kecuali": Banyak soal TWK yang menggunakan kata pengecualian.

  3. Gunakan Logika Bahasa: Jika ragu dengan kata baku, cobalah ingat-ingat apakah kata tersebut digunakan di KBBI atau dokumen resmi negara.

Soal 1: Penggunaan Tanda Baca

Manakah penggunaan tanda baca yang tepat di bawah ini?

  1. Meskipun hasil penelitian itu belum sempurna, namun pemerintah tetap menggunakannya sebagai acuan.

  2. Bapak S.H. Hermawan, M.Hum. akan memberikan materi kuliah umum besok pagi.

  3. Karena tidak memiliki modal, pengusaha itu terpaksa menutup usahanya.

  4. Barang-barang yang dibawanya antara lain: meja, kursi dan lemari.

  5. "Sudahkah Anda mengerjakan tugas itu"? tanya Pak Guru.

Jawaban: C

  • Pembahasan: Pilihan A salah karena ada konjungsi ganda (Meskipun... namun). Pilihan B salah pada penulisan gelar (seharusnya S.H.). Pilihan D salah karena sebelum rincian tidak perlu titik dua jika rinciannya pelengkap. Pilihan E salah karena tanda tanya harus di dalam tanda petik.

Soal 2: Kalimat Efektif

Kalimat berikut yang memenuhi syarat sebagai kalimat efektif adalah...

  1. Kepada para peserta diskusi dipersilakan untuk mengajukan pertanyaan.

  2. Rencana pembangunan jembatan itu akan segera dilaksanakan di mana lokasinya sudah ditentukan.

  3. Baik guru maupun siswa diharapkan hadir tepat waktu di lapangan.

  4. Kakak menolong anak itu dengan menjinjingkan tasnya.

  5. Demi untuk mempercepat proses administrasi, harap lampirkan fotokopi KTP.

Jawaban: C

  • Pembahasan: Pilihan A salah (subjek hilang karena kata 'Kepada'). Pilihan B rancu (penggunaan 'di mana'). Pilihan D tidak logis (menjinjingkan berarti membuatkan tas itu menjinjing). Pilihan E mubazir (Demi dan Untuk).

Soal 3: Penulisan Kata Baku

Deretan kata berikut yang semuanya merupakan kata baku menurut EYD V adalah...

  1. Kwitansi, apotik, ijin, nasehat.

  2. Kualitas, hierarki, jadwal, saksama.

  3. Sistim, standarisasi, analisis, teknik.

  4. Karir, risiko, kuitansi, sekedar.

  5. Aktifitas, kreativitas, produktifitas, efektivitas.

Jawaban: B

  • Pembahasan: Kata baku: Kualitas (bukan kwalitas), Hierarki (bukan hirarki), Jadwal (bukan jadual), Saksama (bukan seksama).

Soal 4: Huruf Kapital

Penulisan huruf kapital yang salah terdapat pada kalimat...

  1. Sultan Hamengkubuwono X merupakan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.

  2. Bangsa Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.

  3. Kita harus mempelajari Bahasa Inggris agar bisa bersaing di dunia internasional.

  4. Paman membeli kunci inggris di toko bangunan dekat rumah.

  5. Selat Bali memisahkan antara Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Jawaban: C

  • Pembahasan: Nama bahasa, bangsa, dan suku memang kapital, tetapi jika posisinya sebagai jenis (misal: bahasa Inggris), kata "bahasa" tetap huruf kecil.

Soal 5: Ide Pokok

Pemerintah daerah harus segera melakukan mitigasi bencana di daerah rawan banjir. Langkah-langkah seperti normalisasi sungai, perbaikan drainase, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah perlu diintensifkan sebelum puncak musim hujan tiba. Jika hal ini diabaikan, kerugian ekonomi akibat banjir akan semakin membengkak setiap tahunnya.

Ide pokok paragraf tersebut adalah...

  1. Penyebab utama banjir adalah sampah dan drainase yang buruk.

  2. Kerugian ekonomi akibat banjir yang terus membengkak.

  3. Urgensi mitigasi bencana banjir oleh pemerintah daerah.

  4. Normalisasi sungai sebagai satu-satunya solusi banjir.

  5. Dampak puncak musim hujan bagi masyarakat daerah rawan.

Jawaban: C

  • Pembahasan: Kalimat utama berada di awal paragraf yang membicarakan kewajiban pemda melakukan mitigasi

Materi Lainnya

Bagikan