Definisi dan Konsep Dasar Integritas
Materi Integritas dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bukan sekadar tentang kejujuran, melainkan tentang keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang berlaku.
Berikut adalah pembahasan mendalam mengenai Integritas untuk persiapan seleksi CASN/CPNS.
1. Definisi dan Konsep Dasar Integritas
Secara etimologi, integritas berasal dari bahasa Latin integer, yang berarti utuh atau lengkap. Dalam konteks kebangsaan dan ASN, integritas didefinisikan sebagai:
Kesatuan Tindakan: Bertindak secara konsisten antara apa yang dikatakan dengan tingkah lakunya sesuai nilai-nilai, kode etik, dan prinsip-prinsip moral.
Standar Moral: Komitmen untuk tetap berpegang teguh pada prinsip moral meskipun dalam situasi yang sulit atau penuh tekanan.
KPK RI: Integritas adalah bertindak dengan cara yang konsisten dengan apa yang dikatakan. Nilai integritas merupakan kesatuan antara pola pikir, perasaan, ucapan, dan perilaku yang selaras dengan hati nurani dan norma yang berlaku.
2. Nilai-Nilai Anti-Korupsi (9 Nilai Integritas)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merumuskan 9 nilai integritas yang harus dimiliki untuk mencegah perilaku koruptif. Nilai-nilai ini sering muncul dalam soal penalaran TWK:
A. Inti (Personal)
Jujur: Tidak curang, tidak berbohong, dan berkata apa adanya.
Disiplin: Taat pada aturan, baik waktu maupun prosedur kerja.
Tanggung Jawab: Berani menanggung risiko atas pekerjaan dan keputusan yang diambil.
B. Etos Kerja
Mandiri: Tidak bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas.
Kerja Keras: Melakukan upaya sungguh-sungguh untuk mencapai target tanpa mengambil jalan pintas yang ilegal.
Sederhana: Hidup sesuai kebutuhan, tidak pamer (humble), dan rendah hati.
C. Sikap (Sosial)
Berani: Berani melaporkan kecurangan dan mempertahankan prinsip kebenaran.
Peduli: Memperhatikan lingkungan sekitar dan hak orang lain.
Adil: Tidak memihak dan memberikan hak kepada yang seharusnya.
3. Integritas dalam Konteks Bernegara
Integritas nasional adalah wujud loyalitas warga negara terhadap bangsanya melalui kepatuhan terhadap hukum dan etika publik.
Integritas vs Loyalitas: Loyalitas kepada atasan atau organisasi memiliki batas, yaitu hukum dan kebenaran. Jika atasan memerintahkan tindakan koruptif, maka integritas menuntut kita untuk menolak (Loyalitas pada negara di atas loyalitas personal).
Fungsi ASN sebagai Pelayan Publik: Integritas memastikan bahwa pelayanan diberikan tanpa adanya pungutan liar (pungli), gratifikasi, atau nepotisme.
4. Pelanggaran Integritas: Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)
Memahami integritas berarti memahami apa yang merusaknya. Berikut adalah area rawan pelanggaran:
Gratifikasi: Pemberian dalam arti luas (uang, barang, tiket) yang berhubungan dengan jabatan.
Konflik Kepentingan: Situasi di mana kepentingan pribadi berbenturan dengan tugas publik (misal: menyewa perusahaan keluarga untuk proyek kantor).
Suap (Bribery): Pemberian yang dimaksudkan untuk mempengaruhi keputusan pejabat.
Pemerasan: Pejabat memaksa orang lain memberikan sesuatu demi keuntungan pribadi.
5. Tips Menjawab Soal TWK Integritas (Penalaran)
Soal TWK saat ini cenderung berupa studi kasus. Gunakan logika berikut:
Pilih jawaban yang paling "Sesuai Aturan": Integritas tidak mengenal kompromi "demi kebaikan bersama" jika cara yang ditempuh melanggar hukum.
Utamakan Kepentingan Publik: Jika ada pilihan antara membantu teman atau menjalankan prosedur, pilih prosedur.
Keberanian Berkata "Tidak": Cari opsi yang menunjukkan ketegasan dalam menolak pemberian atau ajakan menyimpang, namun tetap dengan cara yang profesional.
Internalisasi Nilai: Bayangkan diri Anda sebagai ASN yang ideal. Integritas adalah tentang doing the right thing even when no one is looking.
Catatan Penting: Integritas bukan hanya soal tidak mencuri uang negara, tapi juga tentang penggunaan waktu kerja secara efektif (tidak bolos) dan menjaga rahasia jabatan.
Soal 1: Gratifikasi dan Profesionalisme
Anda adalah seorang pejabat pembuat komitmen (PPK) di sebuah instansi. Setelah proses pengadaan barang selesai, pemenang tender mengirimkan sebuah laptop terbaru ke rumah Anda sebagai hadiah karena Anda dianggap sangat kooperatif selama proses administrasi. Sikap Anda adalah...
Menerima laptop tersebut karena dikirim ke rumah dan tidak ada orang yang tahu.
Menerima laptop tersebut sebagai sarana penunjang kerja agar kinerja Anda semakin meningkat.
Menolak dan mengembalikan laptop tersebut karena merupakan bentuk gratifikasi yang dilarang.
Memberikan laptop tersebut kepada staf di kantor yang lebih membutuhkan perangkat kerja.
Melaporkan pemberian tersebut kepada atasan untuk meminta izin apakah boleh dimiliki atau tidak.
Kunci Jawaban: C Analisis: Berdasarkan UU Tipikor, pemberian yang berhubungan dengan jabatan adalah gratifikasi. Jawaban C adalah tindakan integritas paling murni (menolak). Jawaban E salah karena atasan tidak berwenang melegalkan gratifikasi.
Soal 2: Loyalitas vs Integritas
Atasan Anda meminta Anda untuk memanipulasi laporan perjalanan dinas agar terdapat sisa anggaran yang bisa digunakan untuk acara perpisahan salah satu rekan kerja senior. Atasan menjamin ini adalah demi kekompakan tim. Apa yang Anda lakukan?
Mengikuti perintah atasan karena ia adalah penanggung jawab tertinggi di unit kerja.
Menolak perintah tersebut karena memanipulasi laporan keuangan adalah tindak pidana dan pelanggaran integritas.
Mengikuti perintah tersebut asal uangnya benar-benar digunakan untuk acara kantor, bukan pribadi.
Menyarankan atasan untuk melakukan iuran sukarela saja daripada memanipulasi laporan.
Berpura-pura lupa mengerjakan perintah tersebut agar tidak menyinggung perasaan atasan.
Kunci Jawaban: B Analisis: Integritas menuntut kepatuhan pada aturan di atas loyalitas kepada atasan. Menolak secara tegas (B) lebih tepat daripada sekadar memberi saran (D) dalam konteks penegakan aturan hukum.
Soal 3: Disiplin dan Tanggung Jawab
Instansi Anda menerapkan sistem absen digital berbasis lokasi. Suatu hari, koneksi internet di ponsel Anda bermasalah sehingga Anda tidak bisa absen tepat waktu saat tiba di kantor. Rekan Anda menawarkan untuk "menitip" absen melalui ponselnya yang memiliki aplikasi serupa. Sikap Anda...
Menitip absen kepada rekan tersebut agar tidak dianggap terlambat oleh sistem.
Menolak tawaran tersebut dan segera melapor kepada bagian kepegawaian mengenai kendala teknis yang dialami.
Memarahi rekan tersebut karena telah memberikan saran yang melanggar aturan.
Meminjam ponsel rekan tersebut untuk login dengan akun Anda sendiri agar lokasi terbaca benar.
Pasrah jika dianggap terlambat karena yang terpenting Anda sudah berada di kantor untuk bekerja.
Kunci Jawaban: B Analisis: Integritas mencakup kejujuran dalam hal kecil (presensi). Melapor secara resmi (B) menunjukkan pertanggungjawaban dan transparansi prosedur.
Soal 4: Konflik Kepentingan
Anda bertugas sebagai tim seleksi penerimaan pegawai baru. Salah satu calon yang memiliki nilai sangat tinggi ternyata adalah keponakan Anda yang sedang sangat membutuhkan pekerjaan. Bagaimana tindakan Anda?
Memberikan nilai tambahan sedikit agar ia dipastikan lulus karena kompetensinya memang bagus.
Meminta rekan penguji lain untuk memberikan penilaian yang objektif tanpa memberitahu hubungan kekerabatan Anda.
Mengundurkan diri dari tim penguji atau melapor kepada ketua tim tentang adanya hubungan kekerabatan untuk menghindari konflik kepentingan.
Tetap menguji secara objektif dan yakin bahwa profesionalisme Anda tidak akan terganggu.
Membocorkan sedikit materi ujian kepadanya agar ia bisa mempersiapkan diri lebih baik daripada calon lain.
Kunci Jawaban: C Analisis: Dalam kode etik integritas, jika terdapat Conflict of Interest (konflik kepentingan), langkah terbaik adalah deklarasi atau menarik diri dari proses pengambilan keputusan tersebut.
Soal 5: Penggunaan Fasilitas Negara
Kantor Anda menyediakan kendaraan dinas dan kartu tol untuk keperluan operasional. Saat akhir pekan, keluarga Anda mengajak pergi berwisata menggunakan mobil tersebut karena mobil pribadi sedang di bengkel. Tindakan Anda...
Menggunakan mobil dinas tersebut asalkan bensin dan tol dibayar dengan uang pribadi.
Menggunakan mobil dinas hanya untuk perjalanan jarak dekat saja agar tidak mencolok.
Menolak ajakan keluarga dan memilih menggunakan transportasi umum atau menyewa mobil.
Meminta izin kepada atasan untuk meminjam mobil dinas untuk keperluan keluarga.
Menggunakan mobil dinas dengan mencopot plat merahnya agar terlihat seperti mobil pribadi.
Kunci Jawaban: C Analisis: Fasilitas negara hanya boleh digunakan untuk kepentingan kedinasan. Penggunaan untuk kepentingan pribadi (meskipun bensin bayar sendiri) adalah bentuk penyalahgunaan wewenang dan sarana publik.
Materi Lainnya
Bela Negara
Materi Bela Negara merupakan salah satu pilar utama dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pada seleksi CASN/CPNS. Topik ini…
Baca SelengkapnyaNasionalisme
Materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan topik Nasionalisme adalah pilar penting dalam seleksi CASN/CPNS. Nasionalisme…
Baca SelengkapnyaPilar Negara Indonesia
Materi Pilar Negara merupakan bagian krusial dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) CPNS 2026. Fokus utamanya bukan sekadar …
Baca SelengkapnyaBahasa Indonesia TWK
Materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam topik Bahasa Indonesia seringkali menjadi "jebakan" bagi peserta seleksi CASN/…
Baca SelengkapnyaAnalogi Verbal adalah Tes yang Mengukur Kemampuan Seseorang dalam Melihat Hubungan atau Korelasi Makna antara Dua Kata
1. Definisi dan Tujuan Analogi verbal adalah tes yang mengukur kemampuan seseorang dalam melihat hubungan atau korelasi …
Baca SelengkapnyaPanduan Lengkap Silogisme (Penalaran Logis) - TIU CPNS
Silogisme adalah bentuk penalaran deduktif yang menarik kesimpulan dari dua atau lebih pernyataan (premis) yang dianggap…
Baca Selengkapnya