Tes Wawasan Kebangsaan·Nasionalisme·98x dibaca

Pengertian dan Hakikat Nasionalisme

Materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan topik Nasionalisme adalah pilar penting dalam seleksi CASN/CPNS. Nasionalisme bukan sekadar "cinta tanah air", melainkan sebuah kesadaran kolektif untuk menjaga kedaulatan dan identitas bangsa di tengah arus globalisasi.

Berikut adalah pembahasan mendalam yang disusun secara sistematis untuk membantu Anda menguasai materi ini.


1. Pengertian dan Hakikat Nasionalisme

Secara etimologis, nasionalisme berasal dari kata nation (bangsa). Dalam konteks Indonesia, nasionalisme adalah paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara sendiri atas kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabdikan identitas, integritas, kemakmuran, serta kekuatan bangsa.

Prinsip-Prinsip Nasionalisme

  • Kesatuan (Unity): Menyatukan keragaman suku, agama, dan budaya.

  • Kebebasan (Liberty): Bebas dari penjajahan dan intervensi asing.

  • Kesamaan (Equality): Memiliki hak dan kewajiban yang sama di depan hukum.

  • Kepribadian (Personality): Memiliki identitas khas yang membedakan dengan bangsa lain.

  • Prestasi (Performance): Kebanggaan melalui karya dan kontribusi bagi bangsa.


2. Sejarah dan Perkembangan Nasionalisme di Indonesia

Nasionalisme Indonesia unik karena tumbuh dari penderitaan bersama (nasib yang sama) di bawah kolonialisme, bukan berdasarkan kesamaan etnis.

Fase Penting:

  1. Fase Perintis (1908): Ditandai dengan berdirinya Budi Utomo. Fokus pada pendidikan dan kesadaran budaya.

  2. Fase Penegas (1928): Ditandai dengan Sumpah Pemuda. Mengukuhkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.

  3. Fase Pendobrak (1945): Puncaknya adalah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

  4. Fase Pengisi (Masa Kini): Nasionalisme dalam bentuk menjaga kedaulatan digital, ekonomi, dan prestasi di kancah internasional.


3. Indikator Nasionalisme (Penting untuk Soal Penalaran)

Dalam soal TWK terbaru, fokus sering kali bergeser dari hafalan ke implementasi. Berikut adalah indikator perilaku nasionalisme:

AspekBentuk ImplementasiCinta Tanah AirMenggunakan produk dalam negeri, menjaga lingkungan, mengenal sejarah.Rela BerkorbanMendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi/golongan.Identitas NasionalBangga menggunakan Bahasa Indonesia, menghormati simbol negara (Bendera, Lagu Kebangsaan).Ketaatan HukumMembayar pajak tepat waktu, mematuhi peraturan lalu lintas.PrestasiMengharumkan nama bangsa di bidang seni, sains, atau olahraga.


4. Tantangan Nasionalisme di Era Modern

Nasionalisme saat ini menghadapi tantangan internal dan eksternal yang sering muncul dalam soal studi kasus:

  • Globalisasi: Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa (sekularisme, hedonisme).

  • Primordialisme: Ikatan kelompok atau kesukuan yang berlebihan sehingga mengancam persatuan.

  • Ekstrimisme/Radikalisme: Paham yang ingin mengganti ideologi negara dengan cara kekerasan.

  • Separatisme: Gerakan yang ingin memisahkan diri dari NKRI.


5. Hubungan Nasionalisme dengan Patriotisme

Sering kali dianggap sama, namun memiliki perbedaan mendasar dalam intensitasnya:

  • Nasionalisme: Paham atau kesadaran ideologis (Rasa memiliki).

  • Patriotisme: Jiwa atau semangat berkorban (Tindakan nyata/Aksi).

Prinsip: Seorang patriot pasti nasionalis, tetapi seorang nasionalis belum tentu berani bertindak patriotik.


Tips Menjawab Soal TWK Nasionalisme

  1. Cari Kata Kunci: Jika soal menanyakan tentang "produk dalam negeri", jawabannya hampir pasti terkait Nasionalisme.

  2. Kepentingan Umum: Pilihlah opsi yang paling mengedepankan kepentingan bangsa/negara di atas kepentingan pribadi.

  3. Hindari Chauvinisme: Nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme yang humanis (sesuai Sila ke-2 Pancasila). Kita tidak boleh merasa bangsa kita paling hebat sambil merendahkan bangsa lain.

Latihan Soal Tersedia

5 soal latihan untuk menguji pemahaman Anda tentang materi Nasionalisme.

Mulai Latihan Soal

Materi Lainnya

Bagikan