Tes Intelegensi Umum·Verbal (Logika Analitik)·4x dibaca

Logika Analitik dalam Tes Intelegensi Umum (TIU) CPNS

Materi Logika Analitik dalam Tes Intelegensi Umum (TIU) CPNS seringkali dianggap sebagai "momok" karena memakan waktu lama. Namun, jika Anda memahami polanya, ini adalah ladang poin yang sangat potensial.

Logika analitik menguji kemampuan Anda untuk menganalisis informasi yang kompleks, menarik kesimpulan dari batasan-batasan (syarat) yang ada, dan menyusun urutan atau kelompok.


1. Jenis-Jenis Persoalan Logika Analitik

Umumnya, soal logika analitik dalam TIU dibagi menjadi tiga kategori utama:

A. Urutan (Ranking/Ordering)

Soal ini meminta Anda menyusun subjek berdasarkan parameter tertentu (tinggi badan, nilai ujian, harga barang, atau urutan duduk).

  • Kata Kunci: "Lebih dari", "kurang dari", "setelah", "sebelum", "tepat di samping".

B. Pengelompokan (Kombinatorial)

Soal ini meminta Anda memasukkan subjek ke dalam kelompok atau jadwal tertentu berdasarkan syarat yang ketat.

  • Kata Kunci: "Satu kelompok dengan", "tidak boleh bersama", "jika A maka B".

C. Hubungan Antar Syarat (Implikasi)

Soal yang fokus pada hubungan sebab-akibat antar posisi atau pilihan.


2. Strategi "The Power of Mapping"

Jangan hanya membayangkan informasi di kepala. Anda wajib menggunakan coretan atau simbol untuk memvisualisasikan data.

Metode Simbol (Untuk Urutan)

Gunakan tanda baca matematika untuk mempercepat pencatatan:

  • A > B: A lebih besar/tua/mahal dari B.

  • A = B: A sama dengan B.

  • A - B: A dan B berdampingan.

  • A / B: A atau B (kemungkinan).

Metode Tabel (Untuk Pengelompokan)

Jika soal melibatkan banyak variabel (Nama, Warna, Kendaraan), gunakan tabel eliminasi. Beri tanda (V) untuk kondisi yang benar dan (X) untuk yang salah.


3. Langkah-Langkah Pengerjaan

  1. Baca Syarat Mutlak: Cari informasi yang sudah pasti (misal: "Budi duduk di kursi nomor 3"). Ini adalah jangkar Anda.

  2. Cari Syarat Terikat: Cari kalimat lain yang menyebutkan "Budi". Hubungkan informasi tersebut.

  3. Eliminasi Pilihan Jawaban: Ini adalah teknik tercepat. Segera coret pilihan ganda yang melanggar satu saja syarat di soal. Anda seringkali tidak perlu menyelesaikan seluruh bagan untuk menemukan jawaban benar.

  4. Perhatikan Kata "Kecuali" atau "Mungkin": Ketelitian membaca instruksi akhir sangat krusial.


4. Contoh Soal dan Pembahasan

Soal:

Enam orang (A, B, C, D, E, F) sedang mengantre di loket.

  1. E antre tepat di belakang A.

  2. D antre di depan C.

  3. B antre di depan F, dan ada dua orang di antara B dan F.

  4. F adalah orang terakhir di antrean.

Analisis:

  • Dari syarat 4: Posisi 6 adalah F.

  • Dari syarat 3: B di depan F dengan 2 orang di antaranya. Maka posisi B adalah 3 (Kosongkan pos 4 dan 5 untuk antara).

  • Dari syarat 1: E tepat di belakang A (A-E). Tersisa posisi 1-2 atau 4-5.

  • Dari syarat 2: D di depan C.

Hasil Urutan:

Jika kita coba simulasikan, urutan yang paling mungkin memenuhi semua syarat adalah: D - C - B - A - E - F (Atau variasi A-E di posisi 1-2 tergantung pilihan jawaban yang tersedia).


Tips Tambahan: Waspadai Jebakan

"Hanya" vs "Salah Satu"

Jika soal menyebut "Hanya A yang lebih tinggi dari B", artinya B adalah orang tertinggi kedua. Namun jika disebut "A lebih tinggi dari B", masih ada kemungkinan C atau D lebih tinggi dari A.

Materi Lainnya

Bagikan