Aritmetika Sosial

1. Pengertian Aritmetika Sosial

Aritmetika sosial adalah peneraapan dari dasar-dasar perhitungan matematika dalam kehidupan sosial sehari-hari seperti perdagangan, perbankan dan lain-lain.

1.1 Nilai Keseluruhan dan Nilai Per-Unit

Nilai keseluruhan adalah nilai total dari seluruh unit yang ada, sedangkan nilai per-unit adalah nilah per satu satuan barang atau produk.
Contoh:
Diketahui harga tiap unit laptop adalah Rp 4.000.000. Sebuah perusahaan akan membeli 12 laptop untuk operasional kerja.
Tentukan nilai keseluruhan dan  nilai per-unit?
Jawab: Nilai per-unit        = Rp 4.000.000
Nilai keseluruhan = 12 x Rp 4.000.000 = Rp 48.000.000

1.2 Harga Penjualan, Laba, dan Rugi

Sobat, dalam dunia perdagangan  sangat dikenal istilah laba dan rugi. Laba dan Rugi sangat bergantung pada harga pembelian dan harga penjualan.
Rumus Laba dan Rugi:

Laba = Harga Jual -Harga Beli

Rugi = Harga Beli – Harga Jual

Contoh:
Seorang pedagang beras membeli 1 ton beras seharga Rp 9.150.000. Beras tersebut akan dijual kembali dengan harga Rp 9.500 per kg. Untuk menjual beras tersebut pedagang tersebut harus menyediakan plastik sebagai pembungkus seharga  Rp 67.000. Hitung berapa laba dan ruginya?
Jawab:
Harga beli beras per kg    = Harga beli beras + Plastik pembungkus
                                  =  Rp 9.150.000 + Rp 67.000
                                  =  Rp 9.217.000/ton
                                  =  Rp 9.217/kg
Harga jual per kg  =  Rp 9.500/kg
Harga jual lebih tinggi dibandingkan harga beli, jadi pedagang tersebut laba.
Laba = Rp 9.500 – Rp 9.217
       = Rp 283/kg = Rp 283.000/ton

1.3 Persentase Laba dan Rugi

Untuk mengukur performa penjualan biasanya para pedagang akan menghitung persentase keuntungan dan kerugian.Rumus Persentase Laba dan Rugi:

Persentase laba atau rugi = laba atau rugi / harga pembelian x 100%

Contoh:
Dengan menggunakan contoh diatas, hitunglah persentase laba yang didapat oleh pedagang beras tersebut?
Jawab:
Persentase laba    = Rp 283/ Rp 9.217 x 100%
                          = 3.07%

 1.4 Menghitung Harga Pembelian dan Penjualan

Pernahkah sobat mendengar seseorang pedagang berkata bahwa keuntungan saya penjualan sampai 50%, nah apa artinya bahwa keuntungan yang didapatkan seorang pedagang tersebut setengah dari harga pembelian. Nah untuk memahami lebih jelas mengenai hal ini, sobat coba perhatikan contoh berikut.
Contoh:
Pak Amat menjual rumah dengan keuntungan 15%. Awalnya dia membeli rumah tersebut seharga Rp 300.000.000. Hitung harga penjualannya?
Jawab:
Persentase laba    =  (Harga penjualan – Harga Pembelian)/ Harga pembelian x 100%
             15%      = (Harga penjualan – 300.000.000) / 300.000.000 x 100%
Harga penjualan   = (15% x 300.000.000) + 300.000.000
                          = 45.000.000 + 300.000.000
                          = Rp 345.000.000

2 Rabat, Bruto, Tara, dan Neto

2.1 Rabat

Rabat atau yang biasa disebut sebagai diskon dapat diartikan sebagai potongan harga atau pengurangan dari harga yang harus dibayar.
Contoh:
Di sebuah Mall tertuliskan diskon 30% untuk tas dengan harga awal Rp 180.000. Nah berapa harga tas tersebut setelah mendapatkan diskon?
Jawab:
Harga tas setelah didiskon = Rp 180.000 – (30% x Rp 180.000)
                                      = Rp  126.000

2.2 Bruto, Tara, dan Neto

Pengertian dari ketiga istilah tersebut adalah:

  • Bruto : berat kotor / berat barang yang ditambah berat pembungkus
  • Neto : berat barang saja
  • Tara  : berat tambahan seperti kotak atau pembungkus

Bruto = Neto + Tara

3 Pajak dan Bunga Tabungan

3.1 Pajak

Pajak adalah iuran wajib masyarakat kepada negara berdasarkan undang-undang dengan tidak membalas jasa secara langsung yang digunakan untuk membiayai pengeluaran umum guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Contoh:
Pak Tomi membeli kulkas seharga Rp 2.400.000 dan dikenai (PPn) Pajak Pertambahan Nilai sebesar 10%. Berapa uag yang harus dibayar Pak tomi?
Jawab:
PPn      = 10% x Rp 2.400.000
            =  Rp 240.000
Harga yang harus dibayar = Rp 2.400.000 + Rp 240.000
                                      = Rp 2.640.000

3.2 Bunga

Ketika sobat menabung di Bank maka kita akan mendapatkan bunga. Nah jenis bunga yang akan kita bahas adalah bunga tunggal yaitu yang mendapat bunga hanya modalnya saja, sedangkan bunganya tidak berbunga lagi.
Rumus perhitungan bunga:

B = W x P x U

Keterangan:
B = Besar bunga (dalam 1 tahun)
W= Waktu lamanya menabung (dalam tahun)
P = Persen bunga
U = Uang yang ditabung
Agar lebih memahami, berikut contoh soal dan pembahasannya:
Contoh:
Bu Ani menabung di bank dengan bunga 15% setahun. Jika yang ditabung Rp 1.250.000. Hitunglah bunga yang diterima setelah 10 bulan
Jawab:
Besar bunga 10 bulan    = 10/12 x  15% x Rp 1.250.000
                                   = Rp 156.250