Penalaran Analitis

1. Penalaran Analitis

Soal pada penalaran analitis biasanya berupa bentuk syarat-syarat tertentu untuk kemudian ditarik kesimpulan berdasarkan syarat-syarat yang diberikan. Pada tes penalaran analitis,

ada beberapa tipe soal seperti berikut ini.

1.1.Tipe Implikasi
Tipe implikasi berisi tentang hubungan antarsyarat. Sobat diminta untuk menghubungkan informasi yang sedikit rumit. Pada tipe ini, akan diberikan pertanyaan bersyarat.

1.2. Tipe Kombinasi
Tipe kombinasi berisi soal dengan model penyusunan suatu jadwal / komposisi, kemungkinan posisi benda dan kemungkinan lainnya.
1.3. Tipe Perbandingan Urutan.
Tipe perbandingan urutan menekankan pada perbandingan antarpernyataan. Tes ini berisi kemungkinan kondisi lebih dari, kurang dari, atau sama dengan pernyataannya.

2. Tips dan Trik Menyelesaikan Tes Penalaran Analitis

2.1 Penyederhanaan
Biasanya pernyataan yang disajikan panjang, sebaiknya gunakan permisalan untuk menyederhanakannya. Misalnya dengan permisalan "X" dan lain sebagainya.
2.2 Visualisasi
Agar dapat memudahkan untuk memahami suatu pernyataan, Sobat dapat menggambar permisalan tersebut dalam bentuk grafik, tabel, atau lain sebagainya.
2.3 Efektif dan Efisien
Waktu yang diberikan pada tes ini terbatas sehingga Sobat harus bisa memaksimalkan dengan sebaik-baiknya. Jika soal dirasa sulit, beralihlah ke soal yang lebih mudah.
2.4 Sering Berlatih
Dengan sering berlatih mengerjakan soal-soal sejenis, Sobat akan terbiasa dan mampu meningkatkan daya penalaran Sobat.

Tes perbandingan biasanya berupa urutan. Gunakanlah tanda ">","<",dan"=".

Contoh Soal1:

Gaji Roni lebih besar daripada gaji Dani dan Sule. Gaji Dani lebih besar daripada gaji Sule. Gaji Wika lebih besar daripada gaji Roni, Dani, dan Sule. Apakah kesimpulannya?

A. Gaji Roni dan Sule sama besarnya dengan gaji Roni dan Dani.

B. Gaji Roni lebih besar daripada gaji Wika.

C. Roni mempunyai gaji paling besar.

D. Sule mempunyai gaji paling kecil.

E. Gaji Sule setengah gaji Roni.

Pembahasan:

Dari keterangan di atas diperoleh urutan gaji: gaji Wika > gaji Roni > gaji Dani > gaji Sule. Jadi, Sule mempunyai gaji paling kecil.

Jawaban:D

Contoh Soal 2:

Perhatikan keterangan berikut!

Dalam sebuah perlombaan lari, Ridho mencapai garis finis sesaat setelah Lukman. Bimo mencapai garis finis di antara Lukman dan Roni. Roni sendiri mencapai garis finish setelah Aris yang merupakan juara Iomba lari tersebut.

1. Urutan masuk finis kelima anak tersebut adalah ....

A. Bimo- Lukman - Aris- Roni - Ridho

B. Aris- Bimo- Ridho- Roni - Lukman

C. Aris- Roni- Bimo- Lukman- Ridho

D. Aris- Ridho- Roni- Bimo- Lukman

E. Roni- Bimo- Aris- Ridho- Lukman

Pembahasan:

Berdasarkan teks pada soal kita dapat menyimpulkan bahwa: Aris mencapai garis finis paling awal. Roni adalah orang kedua yang mencapai garis finis. Bimo yang mencapai garis finis di antara Roni dan Lukman, menjadi orang ketiga yang mencapai garis finis. Lukman menjadi orang keempat yang mencapai garis finis. Ridho menjadi orang kelima atau terakhir yang mencapai garis finis. Sehingga urutan masuk finis kelima anak tersebut adalah: Aris - Roni - Bimo - Lukman - Ridho.

Jawaban: C

2. Anak yang masuk finis paling akhir adalah

A. Aris

B. Roni

c. Bimo

D. Ridho

E. Lukman

Pembahasan:

Berdasarkan urutan masuk finis kelima anak, anak yang masuk finis paling akhir adalah Ridho.

Jawaban: D

TIPS:

  1. Cermati dan pahami soal cerita.
  2. Fokus, konsentrasi, cermat dan teliti saat mengerjakan.
  3. Beri tanda pada kata kunci soal cerita.
  4. Permudah dengan membuat ilustrasi gambar atau tabel.
  5. Perbanyak latihan soal

TRIK:

Pelajari model penalaran analitis.

  1. Model perbandingan
    Pada model ini kasus yang terjadi di soal berupa perbandingan dua atau lebih nilai. Kemudian Anda diminta untuk menyimpulkan/menganalisis hubungan dari beberapa perbandingan tersebut. Prinsip menyelesaikannya sama seperti yang sudah diuraikan di ringkasan materi aritmetika dasar pada bagian perbandingan.
  2. Model urutan Model perbandingan sering kali muncul bersamaan dengan model urutan. Urutan yang terjadi di soal cerita memiliki kata kunci "kurang dari", "lebih dari", "sama dengan/sama seperti/sama banyaknya" sehingga Anda bisa memberi:
    • tanda < untuk kata kunci "kurang dari"
    • tanda > untuk kata kunci "lebih dari"
    • tanda = untuk kata kunci "sama dengan/sama seperti/sama banyaknya"
    Beberapa contoh kasus yang berkaitan dengan urutan adalah skor, peringkat, pemenang, tercepat, terpandai, termahir, prioritas pengerjaan atau kunjungan, dan sebagainya.
  3. Model hubungan antarsyarat
    Beberapa kejadian berasal dari suatu kondisi yang memenuhi syarat tertentu, hubungannya adalah "sebab­aklbat", "syarat-hasil", "jika ... maka ..." atau p ⇒ Q. Untuk itu Anda harus mencermati keterangan/kata kunci pada soal cerita sehingga dapat menyimpulkan dengan tepat. Syarat terbagi menjadi "syarat cukup", "syarat perlu", dan "syarat mutlak".
    1. Syarat Cukup
    2. Pernyataan P dikatakan syarat cukup dari pernyataan Q. Jika P terjadi pastilah terjadi Q dengan kata lain adanya P menjamin adanya Q.
      Contoh:
      P: Budi bujangan
      Q: belum menikah
      Mengetahui si Budi Bujangan sudah cukup untuk mengetahui ia belum menikah.
    3. Syarat Perlu
    4. Pernyataan Q dikatakan syarat perlu dari pernyataan P, jika Q mutlak diperlukan untuk terjadinya P. Dengan kata lain mustahil ada P tanpa ada Q.
      Contoh:
      P: Budi bujangan
      Q: belum menikah
      Jelas jika Budi sudah menikah maka ia tidak bujangan lagi. Jadi, belum menikah adalah syarat perlu untuk menjadi bujangan.
    5. Syarat mutlak
    6. Artinya adalah syarat yang harus/mutlak terjadi, p ⇔ Q atau "... jika dan hanya jika ...".
      Contoh:
      P: air turun dari langit
      Q: terjadi hujan
      Air turun dari langit jika dan hanya jika terjadi hujan. Dengan demikian air turun dari langit adalah syarat mutlak terjadinya hujan, dan terjadinya hujan juga merupakan syarat mutlak air turun dari langit.  
    7. Model kombinasi
    8. Permasalahan yang sering muncul di soal cerita dengan penyelesaian model kombinasi adalah masalah tentang penyusunan jadwal suatu kegiatan, kemungkinan banyaknya cara yang terjadi, kemungkinan posisi dengan syarat atau kondisi tertentu (seperti posisi duduk, objek dan ruangan yang tepat, posisi wilayah, dan lain sebagainya), serta pemilihan atau penunjukan objek/calon berdasarkan syarat atau kondisi tertentu (seperti penugasan suatu pekerjaan, calon peserta lomba, dan sebagainya). Untuk mempermudah pengerjaannya, Anda bisa menggunakan tabel atau ilustrasi gambar sesuai dengan aturan penempatan di soal tersebut.